Ubah Minyak Jelantah Menjadi Sedekah

Kebiasaan mengonsumsi berulang kali hingga membuang minyak dari sisa menggoreng atau minyak jelantah belum bisa lepas dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Padahal, kandungan lemak jenuh yang tinggi dalam minyak jelantah itu buruk bagi tubuh jika terus dikonsumsi. Minyak jelantah yang dipakai terus berulang lebih dari 3 kali bisa mengandung zat berbahaya karsinogenik yang dapat memicu penyakit cancer.

Sementara, minyak bekas yang dibuang sembarangan juga akan mencemari lingkungan. Apabila tidak dikelola dengan baik, seperti dibuang ke tanah, dibuang ke wastafel atau saluran air dapat mencemari lingkungan, bau, dan menyebabkan saluran air menjadi tersumbat. Keresahan itu muncul dalam benak SDIT Miftahul Ulum hingga akhirnya mereka menginisiasi gerakan Sekolah “TersenyumMu” (Terima Sedekah Minyak Jelantah untuk Mereka di Miftahul Ulum).

Program ini bekerja sama dengan Rumah Sosial Kutub. Firza Ardiyanti sebagai pengelola program Sekolah TersenyumMU dengan adanya sedekah minyak jelantah ini bisa mengubah persepsi orang tua murid bahwa berbagi itu tak perlu berupa harta. “Kami terpikirkan menggunakan barang yang sudah tidak dipakai lagi. Bahkan kalau dibuang justru menyebabkan pencemaran lingkungan,” ujar Firza. Pemikiran itu, Firza menjalin kerja sama dengan Rumah Sosial Kutub untuk menginisiasi gerakan sedekah minyak jelatah di SDIT Miftahul Ulum. Sekolah TersentumMu mengusung konsep bahwa sedekah ini mudah, murah, dan berkelanjutan.

Firza menjelaskan, sedekah minyak jelantah dianggap mudah karena barang yang disedekahkan itu ada dalam kehidupan sehari-hari, yaitu berupa limbah dari dapur. Kemudian, orang tua siswa bisa sedekah tanpa harus mengeluarkan uang mereka sendiri. Bisa dikatakan, ujar Firza, sedekah ini murah dan bisa dijangkau hampir seluruh rumah siswa SDIT Miftahul Ulum.

Terakhir, sedekah ini diyakini akan berkelanjutan. Menurut Firza, selama orang tua siswa masih memasak di dapur, limbah minyak goreng itu akan selalu ada. Saat ini, rata-rata minyak jelantah yang berhasil dikumpulkan itu sebanyak 70 liter per bulan. Siswa membawa minyak jelantah yang disedekahkan setiap hari Jumaat. Dari program Sekolah TersentumMu bertujuan untuk menerapkan Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah. (Hes50)

Bagikan :

Artikel Lainnya

Pengembangan Inovasi Siswa Melal...
Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) menjadi ajang pertu...
Semarak Hari Lingkungan Hidup Se...
Prestasi Adiwiyata SDIT Miftahul Ulum (SDIT MU) Cinere Depok t...
Save Energy Save Us
Berbagai kegiatan kita sehari-hari tidak lepas dari penggunaan...
Pembinaan Sekolah Imbas Adiwiyata
Adiwiyata secara global dikenal dengan Green School, merupakan...
Dukung Sekolah Adiwiyata, SDIT M...
SDIT Miftahul Ulum (SDIT MU) yang beralamat di Jl. Musholla At...
Minyak Jelantah Jadi Primadona
Minyak Jelantah (Mijel) Jadi Primadona SDIT Miftahul Ulum Cine...

Hubungi kami di : 081585985800

Kirim email ke kamiinfo@sditmiftahululum.sch.id

Download APP SDIT MIFTAHUL ULUM

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman