Pengembangan Inovasi Siswa Melalui Kegiatan FLS2N

Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) menjadi ajang pertunjukkan bakat seluruh siswa-siswa se-Indonesia yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Perlombaan ini dimulai dari jenjang kecamatan sampai pada akhirnya di tingkat nasional. Dalam kegiatan ini tedapat 5 cabang perlombaan yaitu, menyanyi, menari, pantomim, gambar bercerita, dan kriya. SDIT Miftahul Ulum dengan gelar Sekolah Adiwiyata Nasionalnya tidak lupa memasukkan unsur peduli lingkungan dalam proses penampilan para kontingennya.

Seperti misalnya dalam perlombaan Kriya, dimana mengangkat tema tentang mainan tradisional, SDIT Miftahul Ulum melalui perwakilannya ananda Libby Myshaqilla kelas 5 membuat DATRA (Dakon Travel) dimana bahan dasarnya berasal dari eceng gondok, kardus bekas, dan bola plastik bekas. Sebagaimana kita tahu tanaman eceng gondok masih sering dianggap sebagai hama yang menyebabkan terjadinya kerusakan ekosistem air, sebab tanaman ini dapat mengurangi kadar oksigen yang terkandung di dalam air sehingga membuat hewan-hewan yang ada di dalamnya mati. Tumpukan kardus bekas hasil dari pembungkusan peralatan rumah tangga juga masih dengan mudah kita temukan. Hal-hal tersebutlah yang melatarbelakangi kami memilih eceng gondok dan kardus bekas menjadi bahan utama pembuatan DATRA ini. Selain dengan harapan pengikut sertaan kami dalam aksi pelestarian budaya tradisional juga memberikan sebuah inovasi baru tentang pengolahan sampah atau limbah yang dapat difungsikan menjadi barang yang lebih menarik dan berguna.

Tidak hanya pada perlombaan Kriya, inovasi pengolahan sampah yang kami lakukan juga terdapat dalam tarian yang dibawakan oleh Tim tari SDIT Miftahul Ulum dalam perlombaan FLS2N ini. Pada perlombaan ini, tari yang dibawakan berjudul Guligah Manah. Guligah dalam bahasa Sunda artinya gelisah, resah dan manah diartikan sebagai hati atau pikiran. Jadi Guligah Manah berarti perasaan gelisah. Tarian ini menceritakan bagaimana seseorang yang berupaya melakukan aksi membersihkan lingkungannya. Hal ini dilakukan karena munculnya rasa kegelisahan yang selalu dirasakan, ketika melihat sampah atau limbah dimana mana yang mencemari, polusi semakin merebak bahkan bencana banjir yang tak terhindari.

Namun, alih-alih mendapat dukungan dan bantuan, aksinya justru menghadirkan pro dan kontranya, terlebih hirarki yang masih ada di tengah masyarakat. Tarian ini terinspirasi oleh sekelompok pemuda atau penggerak yang berfokus pada permasalahan sampah dan kebersihan lingkungan yang popular di sosial media. (Hp)

Bagikan :

Artikel Lainnya

Pengembangan Inovasi Siswa Melal...
Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) menjadi ajang pertu...
Semarak Hari Lingkungan Hidup Se...
Prestasi Adiwiyata SDIT Miftahul Ulum (SDIT MU) Cinere Depok t...
Save Energy Save Us
Berbagai kegiatan kita sehari-hari tidak lepas dari penggunaan...
Pembinaan Sekolah Imbas Adiwiyata
Adiwiyata secara global dikenal dengan Green School, merupakan...
Dukung Sekolah Adiwiyata, SDIT M...
SDIT Miftahul Ulum (SDIT MU) yang beralamat di Jl. Musholla At...
Minyak Jelantah Jadi Primadona
Minyak Jelantah (Mijel) Jadi Primadona SDIT Miftahul Ulum Cine...

Hubungi kami di : 081585985800

Kirim email ke kamiinfo@sditmiftahululum.sch.id

Download APP SDIT MIFTAHUL ULUM

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman